Foto: Ilustrasi

Karawang matakita.co.id – Perlindungan asuransi bagi petani di Kabupaten Karawang tahun ini menurun drastis. Kondisi tersebut terjadi saat risiko banjir dan kekeringan masih mengancam lahan pertanian.

Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) tidak mendapat alokasi dalam APBD murni 2026. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian juga tidak menyediakan anggaran untuk program tersebut.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Rohman, mengatakan pemerintah daerah selama ini mengandalkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Sekitar 80 persen pembiayaan AUTP berasal dari Kementerian Pertanian, sedangkan sisanya ditanggung APBD.

“Untuk anggaran murni saat ini AUTP tidak ada. Karena AUTP ini anggarannya 80 persen dari Kementerian Pertanian dan sisanya dari APBD,” kata Rohman, Senin (31/8/2026).

Rohman menjelaskan, pemerintah daerah tidak menganggarkan AUTP karena Kementerian Pertanian tidak menyediakan program tersebut tahun ini. Akibatnya, hampir seluruh lahan sawah di Karawang tidak mendapat perlindungan asuransi.

“Karena di Kementerian tidak ada program ini, maka kami tidak anggarkan. Sehingga saat ini tidak ada lahan sawah yang mendapat asuransi,” ujarnya.

Cakupan AUTP tahun ini turun tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Sebelumnya, program tersebut mampu melindungi sekitar 60.000 hektare lahan pertanian di Karawang, sedangkan tahun ini hanya sekitar 15 hektare.

Minimnya perlindungan asuransi membuat petani semakin rentan menghadapi risiko gagal panen. Banjir dan kekeringan masih menjadi ancaman bagi sektor pertanian di Kabupaten Karawang.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *