Foto: Ilustrasi
Karawang – Niat membantu seorang pria yang mengaku sebagai musafir justru berujung masalah. Seorang ustaz di Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Rizki Moch Albi, mengaku kehilangan sepeda motor setelah membantu pria tersebut.
Pria itu diketahui bernama Arif Munawir. Rizki mengatakan dirinya tidak mengenal Arif sebelum pria tersebut datang ke pondok dan beristirahat di masjid.
Menurut Rizki, Arif mengaku berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia juga mengaku sedang melakukan perjalanan. Karena merasa iba, Rizki kemudian memberinya makanan dan mengizinkannya beristirahat di masjid.
Sebelumnya, salah seorang santri Rizki sempat mengantar Arif menuju Wancimekar. Namun, Arif meminta santri tersebut menurunkannya di pinggir jalan.
“Ya dia minta makan, saya kasih makan karena kasihan. Trus sempat tidur di masjid, juga sempat pernah pulang diantar santri saya ke Wancimekar, tapi minta diturunkan di pinggir jalan,” ungkap Rizki saat diwawancarai Halo Karawang, Selasa (25/8/2026) pagi.
Pada Senin pagi, Arif kembali datang ke pondok sekitar pukul 09.00 WIB. Ia kembali meminta makanan kepada Rizki. Setelah makan, Arif menyampaikan keinginannya mengambil sebuah sound system. Ia kemudian meminta bantuan untuk diantar ke lokasi.
Rizki lalu meminta anaknya yang masih duduk di bangku SMP untuk menemani Arif. Saat itu, anak Rizki baru pulang dari pondok dan menggunakan sepeda motor milik ayahnya.
Sebelum berangkat, Arif sempat menunjukkan akun Instagram miliknya kepada anak Rizki. Hal tersebut membuat anak Rizki tidak merasa curiga. Ia mengira Arif memang sudah dikenal oleh keluarganya.
Namun, perjalanan tersebut justru berakhir dengan dugaan sepeda motor dibawa kabur. Setelah membawa anak Rizki cukup jauh dari pondok, Arif diduga meninggalkannya di sebuah lokasi.
Arif kemudian membawa sepeda motor tersebut. Anak Rizki diminta menunggu di lokasi. Ia menunggu sejak sekitar pukul 11.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.
Akan tetapi, Arif tidak kunjung kembali. Kondisi tersebut kemudian membuat keluarga Rizki menyadari adanya dugaan penggelapan sepeda motor.
