Home Malaysia Terdeteksi Meningkatnya Covid-19 Dua Provinsi di Malaysia Lock Down

Terdeteksi Meningkatnya Covid-19 Dua Provinsi di Malaysia Lock Down

438
0

Foto : Pengawalan ketak terkait pemberlakuan lock down di 2 provinsi yang ada di malaysia

Malaysia — Dua Provinsi di negeri jiran jalani lock down karena terdeteksi meningkatkan kasus covid -19 ,Minggu 4 Juli 2021

Kedua Provinsi tersebut yaitu kuala lumpur dan selangor yang ditemukan penularan tiga varian baru yang lebih ganas yaitu varian Beta B.1.351 (Afrika Selatan), Delta B.1.617.2 (India) dan Alpha B.1.1.7 (UK)

Saat dikonfirmasi salah satu rakyat kuala lumpur membenarkan terkait Perintah Kawalan Pergerakan Diperketatkan (PKPD)

” Ya pak provinsi kami sedang di lock down karena terdeteksi peningkatan kasus covid-19 ” Ujar Nur Farahin via Whatsapp

Dikatakanya , Kami tidak bisa keluar rumah kecuali hanya 1 perwakilan yang bisa berbelanja dan beli obat-obatan

Dari keterangan yang di himpun media ini terkait pemberlakuan lock down pemerintah malaysia terus memberikan bantuan kepada rumah tangga yang jalani lock down ,bahkan bagi masyarakat yang kekurangan makanan di wajibkan mengibarkan bendera putih agar bantun cepat disalurkan

Dilansir dari beberapa artikel Majelis Keselamatan Negara (MKN) Malaysia memutuskan melaksanakan Perintah Kawalan Pergerakan Diperketatkan (PKPD) pada sejumlah daerah di Selangor dan Kuala Lumpur. Pengetatan dilakukan selama 14 hari mulai 3 Juli 2021 hingga 16 Juli 2021.

Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri Yakoob, di Putrajaya, Jumat (2/7), mengatakan pengurungan tersebut berdasarkan pertimbangan Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) kepada Musyawarah Komite Teknik MKN mengenai situasi Covid-19 di Selangor dan Kuala Lumpur. “Kedua negeri (provinsi) ini menunjukkan tren infeksi yang tinggi. Selangor melaporkan rata-rata kasus harian Covid-19 antara 1.800 ke 1.900. Sedangkan rata-rata kasus harian di Kuala Lumpur adalah 600 ke 1.000 kasus. Selangor dan Kuala Lumpur melaporkan insiden kasus Covid-19 melebihi 12,1 per 100.000 penduduk,” katanya.

Dia mengatakan data kadar infeksi (R-naught) di kedua negeri ini masih pada 1,0 dan tidak menunjukkan tren penurunan. “Situasi ini adalah membimbangkan apabila melihat kepadatan penduduk dan penularan tiga varian baru yang lebih ganas yaitu varian Beta B.1.351 (Afrika Selatan), Delta B.1.617.2 (India) dan Alpha B.1.1.7 (UK),” katanya.

Laporan : Anelka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here