Home Berita Mantan Bupati Muara Enim Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi Alih Fungsi Hutan

Mantan Bupati Muara Enim Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi Alih Fungsi Hutan

649
0

Foto : Plt Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Oktavianus, di Palembang, Kamis (12/11/2020), saat memberikan keterangan terkait penetapan empat tersangka kasus suap alih fungsi lahan hutan produksi di Kabupaten Muara Enim.

PALEMBANG, – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) menetapkan sebagai tersangka sekaligus penahanan terhadap mantan Bupati Muara Enim periode 2014-2018 yakni, Ir H Muzakir Sai Sohar.

Muzakir ditahan bersama tiga orang lainnya karena diduga terlibat kasus gratifikasi alih fungsi lahan hutan produksi menjadi hutan tetap di Kabupaten Muara Enim pada 2014 silam.

Ketiga orang tersangka lainnya itu antara lain, seorang Konsultan, Abunawar Basyeban SH MH, Mantan Direktur Utama PT Perkebunan Mitra Ogan, HM Anjapri dan Yan Satyananda yang merupakan mantan Kabag akuntansi PT Perkebunan Mitra Ogan.

BACA JUGA  Satu Pekan Terakhir Jajaran Kapolres PALI Amankan 3 Tersangka Pelaku Kejahatan

“Keempatnya diduga terlibat suap dan gratifikasi alih fungsi lahan hutan produksi menjadi hutan tetap di kabupaten muara enim tahun 2014 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp5,8 miliar lebih,” ungkap Plt Kajati Sumsel, Oktavianus SH, Kamis malam (12/11/2020).

Dalam pemeriksaan kerugian negara, Oktavianus mengatakan, tim pidsus kejati Sumsel menemukan adanya dugaan-dugaan pekerjaan proyek fiktif.

“Kami beranggapan ada total los atau tidak ada kegiatan sama sekali,” kata Plt Kajati Sumsel ini.

Sehingga, lanjutnya hasil pemeriksaan tim penyidik Kejati Sumsel pada hari ini, Kamis (12/11/2020) dapat menyimpulkan untuk melakukan penahanan terhadap keempatnya agar lebih mempermudah proses penyidikan lebih lanjut.

BACA JUGA  KPK Tetapkan 10 Anggota DPRD Muara Enim Tersangka Dugaan Suap Pengadaan Barang dan Jasa Serta Pengesahan APBD

“Untuk barang bukti ada uang sebesar Rp200 juta didalam rekening bank, dan saat ini belum ada pengembalian kerugian negara,” tegasnya.

Sementara ditambahkan juga oleh Aspidsus Kejati Sumsel, Zet Ta yang menyebutkan keempat tersangka ini memiliki peranannya masing-masing. Dua orang tersangka dari PT Mitra Ogan, satu orang Konsultan, dan satu orang pejabat negara.

“Dua orang dari Mitra Ogan perannya yang mengeluarkan dana Rp5,8 miliar dan membuat seolah ada proyek untuk mengurus perizinan dan seolah olah itu ada. Setelah dicairkan diserahkan kepada oknum pejabat di kabupaten Muara Enim,” bebernya.

BACA JUGA  Tingkatkan Produktivitas Distan PALI Gelar Pelatihan

Terpisah, Kasipenkum Kejati Sumsel, Khaidirman menjelaskan, keempat tersangka terancam hukuman pidana selama 20 tahun sesuai Pasal 2 ayat 1 UU No 20 tahun 2001 dan Pasal 11 atau 12 B UU no 31 tahun 99 jo UU No 20 tahun 2001 dengan ancaman Maksimal 20 tahun penjara dan min 4 tahun penjara.

“Para tersangka saat ini Tiga orang kita lakukan penahanan di Lapas Kelas I Pakjo, sementara satu orang kita jadikan tahanan kota sebab dari hasil swab ternyata reaktif, dan kita masih tunggu hasil swabnya,” tandasnya.(Ag-v)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here