Home Berita Rencana Pertemuan Dinkes PALI Terkait Sharing Waria Sehat ditolak Berbagai Pihak

Rencana Pertemuan Dinkes PALI Terkait Sharing Waria Sehat ditolak Berbagai Pihak

744
0

Foto : Waria net

PALI , Matakita.co.id -Rencana pertemuan dan sharing waria sehat yang akan diadakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pali bersama wanita setengah pria menuai penolakan dari berbagai pihak, Minggu 21 Juli 2019.

Rencana pertemuan tersebut diketahui berdasarkan undangan Nomor : 440/1437/DINKES/P2P1/2019 sedangkan pelaksanaan  tanggal 22 Juli 2019 waktu dan tempat pukul 08.00 WIB s.d selesai untuk lokasi pertemuan salah satu rumah makan di Kelurahan Handayani Mulya.

Akan adanya pertemuan tersebut menuai berbagai penolakan dari kalangan pemuda maupun masyarakat yang ada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali). Penolakan tersebut terlihat jelas di media sosial facebook maupun grup  whatsapp.

BACA JUGA  Alex Noerdin : Tiga Kriteria Memilih Pemimpin ,Heri Amalindo Akhlak ,Pendidikan dan Pengalaman Tidak Diragukan

‘’Kalaupun itu sekedar sosialisasi seks bebas dan HIV saya rasa rata-rata waria di Pali semuanya tahu teknologi. Artinya mereka memang sudah tahu tentang perbuatan mereka kalau memang mau menyelamatkan mereka (waria) bukan dengan sosialisasi tapi dengan larangan keras,’’ ujar anggota KNPI Pali.

Ada juga yang menyebut  kegiatan tersebut adalah upaya melegalkan LGBT,  dibungkus dengan sosialisasi bahaya HIV. Justru prilaku mereka yang menyimpang itulah yang menyebabkan meluasnya bahaya HIV.

‘’Setiap yang melanggar hukum Allah SWT pasti akan ada hukumannya. HIV hukuman bagi pelanggar ketentuan dan hukum yang berlaku,’’ tulis Eneng Humaeroh salah satu pengguna akun facebook di halaman foto undangan itu.

BACA JUGA  Menerima Paket Sembako Dari Mata Peduli dan PBB PALI ,Tangis Harus Yuliana Pecah

Menanggapi hal yang sama Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pali, Ustadz M Erlin Susri, SSos.I M.Pd.I, menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut seolah-olah pemda mendukung keberadaan waria yang ada di Kabupaten Pali, dan dapat menimbulkan kelompok waria baru.

“Kita ketahui sosialisasi seks bebas tersebut bagus, tapi hendaknya Dinas Kesehatan Pali tidak saja hanya sosialisasi bahayanya seks bebas dan pergaulan bebas saja terhadap mereka, melainkan memberikan penyadaran kepada mereka agar kembali kepada hakikat qodrat mereka itu sendiri, yaitu sebagai laki-laki,” ungkapnya.

Dan lebih penting lagi, lanjut Ketua PCNU, sosialisasi ini seharusnya juga diberikan kepada anak-anak muda baik di kalangan pelajar, mahasiswa dan umum, dalam hal ini lebih bagus lagi kalau Dinas Kesehatan menggandeng tokoh agama dalam sosialisasinya, sehingga dibahas juga dari sisi hukum sosial dan agamanya.

BACA JUGA  Usulan Kualitas Pendidikan, Wabup Pali Jawab Usulan Fraksi Demokrat

“Kami menolak jika adanya kegiatan yang seolah melegalkan waria di Pali, karena melanggar agama. Dalam konteks agama manusia itu cuma ada laki-laki dan perempuan. Walaupun dia waria (kelamin ganda, red) fiqih mengajarkan cara melihatnya apakah dia laki laki atau perempuan cukup lihat kelaminnya. Mana salah satu kedua kelamin tersebut yang berfungsi, maka itulah status kelamin orang memiliki,” katanya.

 

Laporan          : Anelka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here